Langsung ke konten utama

MERIAM PENGANTIN DANAU SEMBULUH, Sepasang Cagar Budaya Di Danau Terbesar Di Kalimantan Tengah


Seruyan - Ini dia danau sembuluh, danau terbesar di Provinsi Kalimantan Tengah. Ada objek menarik yang ingin saya kunjungi, bukti sejarah kejayaaan pemukiman di sekitar danau ini. Meriam pengantin namanya,cagar budaya peninggalan bersejarah dalam perjuangan mewujudkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Meriam pengantin ini berada di Desa Sembuluh 1, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah.

Dua buah Meriam yang memiliki ukuran berbeda ini, masyarakat menganggap kedua meriam tersebut melambangkan laki-laki dan perempuan. Meriam laki-laki ada tulisan 14-3-14 di bagian atas laras belakang. Ukuran meriam laki-laki dengan panjang 1,48 meter, diameter 8,5 cm. Meriam perempuan ada lambang/tulisan VOC di bagian punggung laras belakang, dengan panjang 1,30 meter & diameter 9 cm.

Saat ini Meriam  pengantin  berada diatas pijakan kayu berbentuk perahu, dan dibuatkan cungkup tidak memiliki dinding yang beratapkan sirap.

Menurut Kearifan Lokal meriam ini mengandung unsur supranatural dan kejadian tertentu yang menjadikan meriam ini sebagai objek yang dikeramatkan, diantaranya adalah sbb :

  1.  Salah satu warga setempat pernah memindahkan kedua meriam ini, namun yang bersangkutan mengalami kesurupan dan  meminta meriam tersebut dikembalikan ke posisi semula.
  2. Walau berada di tepian danau yang pada musim tertentu debit airnya meluap, meriam ini tidak pernah terendam air.
  3. Pada momen tertentu meriam ini masih aktif ditembakan. 
  4. Kerap dijadikan sarana ritual dalam pencapaian hajat oleh masyarakat, baik masyarakat sembuluh maupun masyarakat luar.

Akses yang dilalui untuk sampai ke tempat ini menggunakan kendaraan roda dua maupun lebih, dari Simpang Bangkal (Jalan Negara, KM.65) ditempuh selama 60 menit dengan melewati jalan poros di sekitar perkebunan kelapa sawit,  dibeberapa titik kondisi jalan yang kurang baik yang nampak dalam proses pembangunan.

Semoga cagar budaya dan kearifan lokal masyarakat ini terus terjaga kelestarian dan keindahannya

Sumber:

1. Beberapa Artikel,

2. Meriam Pengantin - Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur (kemdikbud.go.id)

#Cagarbudaya, #Perjuangan, #Kalimantan, #Bersejarah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhir Pencarian Nenek yang Hilang di Desa Kubu

(Proses evakuasi korban oleh Tim gabungan,sumber: wg tsr pmi kobar) Kotawaringin Barat - Setelah dinyatakan hilang Nenek Enor (80), warga Jalan Darmawi RT. 08/RW 03 Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah kini di ketemukan dalam keadaan meninggal dunia. Upaya pencarian telah dilakukan sejak Senin (22/3), oleh Pihak Desa bersama dengan keluarga dibantu  Anggota TNI,Polsek Kumai, BPBD Kobar, Basarnas, Tagana dan PMI. Almarhumah mengalami kekurangan daya ingat.Pada hari Rabu, 24 Maret 2021 Sekitar jam 10.27 wib, korban ditemukan oleh tim SAR Gabungan di kebun berjarak sekitar ±2km dari rumah korban dalam keadaan meninggal dunia. Setelah proses evakuasi korban di bawa ke RSUD Sultan Immanudin menggunakan Ambulance PMI Kobar, untuk mendapat penanganan jenazah. Dari hasil Visum yang dilakukan tim kesehatan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Berdasarkan kesepakatan keluarga korban,  korban akan di bawa keluarga menuju Kuala Pembuang, Kab. Seruyan, Prop. ...

Mengenal Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya

Kotawaringin Barat - Paguyuban IKBS adalah   forum komunikasi  perantauan sumatera bagian selatan , pertama kali dibentuk tanggal 31 Mei 1992 yang semula bernama Ikatan Keluarga Sriwijaya (IKS) yang diketuai Ir.H.Syarifudin. Dengan semakin banyaknya keluarga perantauan asal Palembang, agar terhimpun menjadi satu kesatuan sebagai masyarakat yang cinta keindahan, keramahan dan kedamaian maka di gagaslah Ikatan Keluarga Sriwijaya yang dulu masih keluarga kecil kini menjadi keluarga besar diubah namanya menjadi Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya yang disingkat IKBS pada tahun 2002 sebagai pelopor Bapak Letkol Inf.Robin Hut yang saat itu menjabat Komandan KODIM 1014 Pangkalan Bun. Sejak tahun 2003 Hingga saat ini (Maret 2021) ketua Paguyuban IKBS adalah Bapak Kapten Inf. Tahrudin Bossy dan Bapak Bambang Purwanto,SST sebagai Ketua Dewan Penasehat. Pada tahun 2004 berkat dukungan anggota IKBS, Penasehat Bpk.AKPBP Denni Gabriel SH saat itu menjabat Kapolres Kobar, Serta Bapak Bambang Pur...

Musyawarah KONI Kabupaten Kotawaringin Barat 2021, Lahirnya Perempuan Pertama Menjadi Ketua Umum

Kotawaringin Barat - Musyawarah Olahraga Kapupaten (MUSORKAB)KONI Kabupaten Kotawaringin, berlangsung padat dan singkat di Aula Kantor Bupati Sabtu (27/2)Pagi. Musyawarah yang beragendakan laporan pertanggung jawaban pengurus koni sebelumnya serta proses pemilihan ketua koni yang baru. Musyawarah yang di buka Bupati Kotawaringin Barat, dihadiri oleh pengurus koni kabupaten dan propinsi Kalimantan Tengah serta undangan seluruh Cabang Olahraga yang berada di naungan Koni. Dalam agenda ini terpilih secara aklamasi ibu Nurhidayah SH,MH sebagai ketua KONI Kabupaten Kotawaringin Barat. Dalam sambutannya ketua koni yang baru menyampaikan akan memajukan sektor olahraga,bersinergi dengan program pemerintah kabupaten kotawaringin barat. "olahraga menjadi misi kabupaten Kotawaringin Barat yang maju dan diperhitungkan"Tekad Nurhidayah," Namun semua tidak akan tercapai tanpa dukungan semua pihak terutama cabor yang ada di kotawaringin Barat ini,"Pungkas Wanita Nomor satu di Tu...