Langsung ke konten utama

( Bagian 1 ) CATATAN EKSPEDISI SEHARI DESA SAMBI, Desa Bersejarah Simbol Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan RI

Bagian 1 : Kondisi Jalan Terkini Menuju Desa Sambi

Kotawaringin Barat - Perjalanan dimulai dari Kota Pangkalan Bun (7/2)  Pukul 7 Pagi , melewati jalan negara trasnsit di desa Amin Jaya untuk menjemput pendamping ekspidisi ini, setengah jam beristirahat di Amin Jaya  Pukul 9.00 WIB melanjutkan perjalanan ke desa sambi.

Berdasarkan petunjuk, kami akan melewati jalan provinsi dan perkebunan sawit milik PT.BJAP 1 & BJAP 2. Banyak Alternatif namun kami memilih rute yang melewati Kawasan Salip, karena rute ini adalah rute terdekat ke desa sambi dari amin jaya. Memasuki perkebunan sawit kami berhenti untuk melapor ke pos security bahwa kita akan menuju desa sambi.

Spot yang menarik perhatian kami adalah saat memasuki Kawasan yg disebut sebagai Parit Cina, Sebagai Kawasan bekas tambang emas yang telah melewati masa jayanya, Kondisinya kini nampak dari pinggir jalan tinggal hamparan rawa maupun berpasir dengan kontur tak beraturan.

Sebagai area perkebunan sawit jalan utama yang kita lewati Nampak terawat,sedikit gelombang dan ada beberapa titik jalan yang rusak terutama jalan yang berkontur cekungan,rawa maupun tanjakan.

Dikawasan simpang salip kami sempat bertanya pada warga untuk memastikan arah kedesa sambi,dan menanyakan nama bukit yang menarik perhatian kami, yakn bukit Merambang namanya. Dibalik bukit Merambang ini terdapat desa tujuan kami yakni desa Sambi. Kami sempatkan berswa foto dikaki bukit merambang tepatnya dipertigaan jalan yang menuju desa sambi maupun perkebunan sawit.

Jam 11.30 kami memasuki pemukiman desa sambi, dengan penuh kelegaaan kami akhirnya sampa desa di Kaki bukit Merambang Yang Terbelah SungaiNyomba. Masjid Al-Huda menjadi tempat kami beristirahat, makan siang dan Menjamak sholat kami hari ini.

(#JejakBangSaliem)


Kondisi rill perjalanan bisa dilihat dalam tayangan link berikut :

https://youtu.be/lH0_eqXra54


Komentar

  1. Wih jajal blog jua bang.. Maju terus

    BalasHapus
  2. Akun lawas baru diaktifkan lagi. Namanya jua hobi, sambil belajar ngonyen lagi.. masukaannya lahπŸ˜πŸ™πŸ»

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya

Kotawaringin Barat - Paguyuban IKBS adalah   forum komunikasi  perantauan sumatera bagian selatan , pertama kali dibentuk tanggal 31 Mei 1992 yang semula bernama Ikatan Keluarga Sriwijaya (IKS) yang diketuai Ir.H.Syarifudin. Dengan semakin banyaknya keluarga perantauan asal Palembang, agar terhimpun menjadi satu kesatuan sebagai masyarakat yang cinta keindahan, keramahan dan kedamaian maka di gagaslah Ikatan Keluarga Sriwijaya yang dulu masih keluarga kecil kini menjadi keluarga besar diubah namanya menjadi Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya yang disingkat IKBS pada tahun 2002 sebagai pelopor Bapak Letkol Inf.Robin Hut yang saat itu menjabat Komandan KODIM 1014 Pangkalan Bun. Sejak tahun 2003 Hingga saat ini (Maret 2021) ketua Paguyuban IKBS adalah Bapak Kapten Inf. Tahrudin Bossy dan Bapak Bambang Purwanto,SST sebagai Ketua Dewan Penasehat. Pada tahun 2004 berkat dukungan anggota IKBS, Penasehat Bpk.AKPBP Denni Gabriel SH saat itu menjabat Kapolres Kobar, Serta Bapak Bambang Pur...

Tugu Orang Utan (Bundaran Monyet)

Tugu orang Utan yg dikenal dengan sebutan Bundaran monyet , adalah bundaran yang berada di kota Kumai sebagai ikon wisata andalan kabupaten Kotawaringin Barat yakni Taman Nasional Tanjung Puting yg merupakan tempat habitat orangutan . Letaknya berada Desa Kapitan Kumai, persimpangan empat menghubungkan Jalan Pasir Panjang-Pasir Putih-Jalan Padat Karya & Jalan Panglima Utar. Bundaran yang berada dalam Koordinat: 2°45'2"S   111°41'47"E penghubung Area Wisata Bugam Raya, Kota Pangkal Bun, Kota Kumai dan Kelurahan Candi. Inilah sebuah ikon wisata kebanggaan  KotawaringinBarat khususnyaa Warga Kumai, selayaknya Terawat Keindahan dan Maknanya.