Langsung ke konten utama

( Bagian 2 ) CATATAN EKSPEDISI SEHARI DESA SAMBI, Desa Bersejarah Simbol Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan RI.



Bagian 2 : Jelajah Pusat Desa Bersejarah

Kotawaringin Barat - Sambi adalah sebuah nama desa di wilayah Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Desa Sambi terletak +150 KM dari kota Pangkalan Bun, ibukota kabupaten Kotawaringin Barat. Jika menuju desa ini perlu kehati-hatian terutama saat musim hujan seperti saat ini (7/2).

Dari data BPS Kobar Tahun 2019, Desa dengan luas 258 M2 ini memiliki jumlah penduduk 671 Jiwa. Akses perjalanan ke Desa ini bisa menggunakan jalur darat maupun sungai dengan perkiraan waktu tempuh normal sekitar 3,5 Jam perjalanan Darat dari kota Pangkalan Bun.



Didesa ini penduduknya nampak kental dengan tradisi budayanya, terutama budaya suku dayak beberapa warisan budaya berupa patung Sapundu,nampak berdiri kokoh di beberapa rumah warga. Mata pencaharian warga sebagai berladang, berburu, mengandalkan hasil hutan bahkan menambang nampak di kehidupan mereka.

Fasilitas pemerintahan, pelayanan kesehatan, pendidikan , serta keagamaan sudah ada di desa ini. namun saya sarana komunikasi, jaringan listrik  dari PLN belum ada di Desa ini.



Desa yang berada di kaki Bukit Merambang dan Dibelah Sungai Nyomba ini, menyimpan satu sejarah yang sangat penting bagi Kemerdekaan Indonesia. Di Desa inilah tekad luar biasa TNI AU terwujud dalam operasi Terjun Payung Pertama dalam sejarah Kemerdekaan RI, pada tanggal 17 Oktober 1947. Untuk mengenang peristiwa tersebut dibangunlah tugu Pasukan Payung Pertama.

Sebagai desa yang memiliki nilai historis yang tinggi, Desa Sambi layak sekali mendapat kesejahteraan, Perhatian dalam hal infrastruktur jalan, listrik, air bersih, dan sarana komunikasi yang memadai.

(#JejakBangSaliem)


Kondisi rill desa terkini bisa dilihat dalam tayangan link berikut :

Jelajah Pusat Desa Bersejarah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya

Kotawaringin Barat - Paguyuban IKBS adalah   forum komunikasi  perantauan sumatera bagian selatan , pertama kali dibentuk tanggal 31 Mei 1992 yang semula bernama Ikatan Keluarga Sriwijaya (IKS) yang diketuai Ir.H.Syarifudin. Dengan semakin banyaknya keluarga perantauan asal Palembang, agar terhimpun menjadi satu kesatuan sebagai masyarakat yang cinta keindahan, keramahan dan kedamaian maka di gagaslah Ikatan Keluarga Sriwijaya yang dulu masih keluarga kecil kini menjadi keluarga besar diubah namanya menjadi Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya yang disingkat IKBS pada tahun 2002 sebagai pelopor Bapak Letkol Inf.Robin Hut yang saat itu menjabat Komandan KODIM 1014 Pangkalan Bun. Sejak tahun 2003 Hingga saat ini (Maret 2021) ketua Paguyuban IKBS adalah Bapak Kapten Inf. Tahrudin Bossy dan Bapak Bambang Purwanto,SST sebagai Ketua Dewan Penasehat. Pada tahun 2004 berkat dukungan anggota IKBS, Penasehat Bpk.AKPBP Denni Gabriel SH saat itu menjabat Kapolres Kobar, Serta Bapak Bambang Pur...

Tugu Orang Utan (Bundaran Monyet)

Tugu orang Utan yg dikenal dengan sebutan Bundaran monyet , adalah bundaran yang berada di kota Kumai sebagai ikon wisata andalan kabupaten Kotawaringin Barat yakni Taman Nasional Tanjung Puting yg merupakan tempat habitat orangutan . Letaknya berada Desa Kapitan Kumai, persimpangan empat menghubungkan Jalan Pasir Panjang-Pasir Putih-Jalan Padat Karya & Jalan Panglima Utar. Bundaran yang berada dalam Koordinat: 2°45'2"S   111°41'47"E penghubung Area Wisata Bugam Raya, Kota Pangkal Bun, Kota Kumai dan Kelurahan Candi. Inilah sebuah ikon wisata kebanggaan  KotawaringinBarat khususnyaa Warga Kumai, selayaknya Terawat Keindahan dan Maknanya.