Langsung ke konten utama

Positif Dan Negatif Berbagi Informasi Razia Kendaraan.


Oleh: Agus Salim

Pangkalan Bun - Beberapa tujuan razia / penertiban Lalu lintas  adalah :
1. Motivasi warga untuk lebih tertib administrasi, pajak maupun unit kelengkapan dan keselamatan Ranmor.
2. Menjaring orang yang akan berbuat jahat dan menjaring motor dari hasil kejahatan, untuk di kembangkan kasusnya.
3. Meminimalisir angka laka lantas karena faktor kelalaian dan kesengajaan pengendara.
(anak di bawah umur, motor protolan, melawan arus lalin atau orang mabuk/obat pik koplo dll)
Jadi, bukan semata-sama menertibkan pajak dan SIM.
Masyarakat pun tidak sedikit yang mencari dan berbagi informasi razia melalui Ragam media sosial.
Hal negatif yg kita takutkan adalah dengan adanya berbagi informasi titik rajia  di medsos, secara langsung atau tidak langsung dapat membuat pelaku kejahatan  dapat memonitor pergerakan Kepolisian.
Namun hal positif yg kita dapatkan dari informasi razia yang dibagikan, kita akan lebih perhatian terhadap  kelengkapan administrasi dan kendaraan, kita senantiasa lebih tertib dan bila kita buru-buru kita akan mencari jalur alternatif.
Sebenarnya alasan ada yang mencari  dan berbagi informasi itu cukup SEDERHANA bahwa masyarakat  sangat membutuhkan informasi tersebut.
Meski sebagian banyak yang tidak setuju karena dianggap menghalangi niat baik dari Satlantas dalam menegakkan aturan.
Tapi disisi lain banyak juga dari informasi yg diberikan timbul sikap   saling memberikan motivasi, masukan dan arahan yang baik. Diantaranya adalah diminta agar membuat SIM, melengkapi administrasi dan kelengkapan kendaraan karena sekarang banyak kemudahan.
Jika suara mereka tidak ada yang menampung, maka bisa dipastikan akan mencari informasi Melalui cara lain. Disitulah Tugas kita bersama  mengarahkan kepada hal positif. Mari kita tanamkan bahwa Tertib itu asik dan menenangkan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya

Kotawaringin Barat - Paguyuban IKBS adalah   forum komunikasi  perantauan sumatera bagian selatan , pertama kali dibentuk tanggal 31 Mei 1992 yang semula bernama Ikatan Keluarga Sriwijaya (IKS) yang diketuai Ir.H.Syarifudin. Dengan semakin banyaknya keluarga perantauan asal Palembang, agar terhimpun menjadi satu kesatuan sebagai masyarakat yang cinta keindahan, keramahan dan kedamaian maka di gagaslah Ikatan Keluarga Sriwijaya yang dulu masih keluarga kecil kini menjadi keluarga besar diubah namanya menjadi Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya yang disingkat IKBS pada tahun 2002 sebagai pelopor Bapak Letkol Inf.Robin Hut yang saat itu menjabat Komandan KODIM 1014 Pangkalan Bun. Sejak tahun 2003 Hingga saat ini (Maret 2021) ketua Paguyuban IKBS adalah Bapak Kapten Inf. Tahrudin Bossy dan Bapak Bambang Purwanto,SST sebagai Ketua Dewan Penasehat. Pada tahun 2004 berkat dukungan anggota IKBS, Penasehat Bpk.AKPBP Denni Gabriel SH saat itu menjabat Kapolres Kobar, Serta Bapak Bambang Pur...

Tugu Orang Utan (Bundaran Monyet)

Tugu orang Utan yg dikenal dengan sebutan Bundaran monyet , adalah bundaran yang berada di kota Kumai sebagai ikon wisata andalan kabupaten Kotawaringin Barat yakni Taman Nasional Tanjung Puting yg merupakan tempat habitat orangutan . Letaknya berada Desa Kapitan Kumai, persimpangan empat menghubungkan Jalan Pasir Panjang-Pasir Putih-Jalan Padat Karya & Jalan Panglima Utar. Bundaran yang berada dalam Koordinat: 2°45'2"S   111°41'47"E penghubung Area Wisata Bugam Raya, Kota Pangkal Bun, Kota Kumai dan Kelurahan Candi. Inilah sebuah ikon wisata kebanggaan  KotawaringinBarat khususnyaa Warga Kumai, selayaknya Terawat Keindahan dan Maknanya.