Langsung ke konten utama

Video Inspiratif: SURGA DIBAWAH TELAPAK KAKI IBU




Arti percakapan video ini:
Ibu pengantin pria naik ke pelaminan, Pengantin Wanita berkata: suruh turun Ibumu! Malu ibumu miskin, pakaiannya jelek! Lalu suaminya berkata: nanti saya beritahu pelan-pelan kepada ibu saya untuk turun. Kata sang istri: Suruh turun sekarang juga! Kalau tidak saya yang akan langsung tegur ibu! Kemudian dihalangi sama suaminya, dan pengantin pria berkata: “Ibu, silakan ibu turun dan gabung dengan ikhwati (saudara-saudara perempuan saya)”.
Si Ibu turun dengan perasaan sedih, kemudian sang pengantin pria mengumumkan “Saya mau menjual Ibu Saya, siapa yang mau beli?” Sang Ibu terhenyak, dan tambah menangis merasa dihina begitu, sesak di dalam dadanya. Pengantin Pria bertanya lagi, “Saya jual Ibu saya apa ada yang sanggup membeli Ibu saya?” tak ada tanggapan dari yang lain, diam dan hening. lalu pengantin pria berkata: “Jika kalian semua diam, berarti tidak ada yang sanggup dan mampu membeli Ibu Saya”.
Kemudian di dekatilah ibunya, dia berlutut dan mencium kaki ibunya, dipeluklah Ibunya. Lalu sang pengantin berkata, “Ya jammah perkenalkanlah, Beliau adalah Ibu saya yang cantik, seorang Ibu yang berjuang dengan keringatnya membesarkan saya dengan penuh belaian dan kasih sayang, tanpa pernah beliau mengeluh, Ibuku mendidikku sampai saya bisa menjadi seorang insinyur dan orang besar seperti sekarang ini. Dan saya bisa menikahi perempuan kaya itu pada hari ini. Tidak ada yang akan mampu, siapapun itu untuk menggantikan posisi Ibu Saya dan Tidak akan ada yang mampu membeli Ibu Saya dengan harga berapapun” sambil dipeluknya sang Ibu. Pengantin Pria berkata: Maka hari ini! Saya yang akan membeli Ibu Saya karena jika perempuan manapun bisa saya beli dengan mahar, tapi Ibu Saya tidak akan dan tidak akan pernah ada yang mampu membelinya”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya

Kotawaringin Barat - Paguyuban IKBS adalah   forum komunikasi  perantauan sumatera bagian selatan , pertama kali dibentuk tanggal 31 Mei 1992 yang semula bernama Ikatan Keluarga Sriwijaya (IKS) yang diketuai Ir.H.Syarifudin. Dengan semakin banyaknya keluarga perantauan asal Palembang, agar terhimpun menjadi satu kesatuan sebagai masyarakat yang cinta keindahan, keramahan dan kedamaian maka di gagaslah Ikatan Keluarga Sriwijaya yang dulu masih keluarga kecil kini menjadi keluarga besar diubah namanya menjadi Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya yang disingkat IKBS pada tahun 2002 sebagai pelopor Bapak Letkol Inf.Robin Hut yang saat itu menjabat Komandan KODIM 1014 Pangkalan Bun. Sejak tahun 2003 Hingga saat ini (Maret 2021) ketua Paguyuban IKBS adalah Bapak Kapten Inf. Tahrudin Bossy dan Bapak Bambang Purwanto,SST sebagai Ketua Dewan Penasehat. Pada tahun 2004 berkat dukungan anggota IKBS, Penasehat Bpk.AKPBP Denni Gabriel SH saat itu menjabat Kapolres Kobar, Serta Bapak Bambang Pur...

Tugu Orang Utan (Bundaran Monyet)

Tugu orang Utan yg dikenal dengan sebutan Bundaran monyet , adalah bundaran yang berada di kota Kumai sebagai ikon wisata andalan kabupaten Kotawaringin Barat yakni Taman Nasional Tanjung Puting yg merupakan tempat habitat orangutan . Letaknya berada Desa Kapitan Kumai, persimpangan empat menghubungkan Jalan Pasir Panjang-Pasir Putih-Jalan Padat Karya & Jalan Panglima Utar. Bundaran yang berada dalam Koordinat: 2°45'2"S   111°41'47"E penghubung Area Wisata Bugam Raya, Kota Pangkal Bun, Kota Kumai dan Kelurahan Candi. Inilah sebuah ikon wisata kebanggaan  KotawaringinBarat khususnyaa Warga Kumai, selayaknya Terawat Keindahan dan Maknanya.